Arena Kata yang Membara. Adu Argumentasi dalam Lomba Debat 2025 Mengguncang Gedung F1–F2 

Skanesasoo.com | Mojokerto, 25 November 2025,Jawa Timur. SMKN 1 SOOKO menggelar Lomba Debat dalam rangkaian peringatan Hari Guru dan Bulan Bahasa 2025 kembali menghadirkan atmosfer kompetitif yang membakar semangat para peserta. Acara yang berlangsung pada 25 November 2025 ini digelar di Gedung F1 dan F2, dimulai pukul 08.00 hingga 14.30 WIB, dengan seluruh peserta mengenakan seragam abu-putih lengkap dan rapi. Dengan penampilan formal dan penuh wibawa, setiap peserta menunjukkan kesiapan mereka dalam beradu gagasan secara sportif.

Sebelum memasuki ruangan, peserta diwajibkan melakukan registrasi serta pengambilan nomor antrian, memastikan pelaksanaan lomba berlangsung tertib dan terstruktur. Pada H-1, panitia OSIS dan Bu filda mengadakan technical meeting untuk memberikan arahan dan memastikan seluruh peserta memahami aturan agar perlombaan berjalan lancar. Pada hari perlombaan, pihak OSIS juga menjadi pemimpin jalannya acara sekaligus pengawas, termasuk dalam proses pengacakan tema debat serta penentuan lawan, yang dilakukan melalui sistem spin sehingga bersifat acak dan adil.

Rangkaian debat

Lomba debat ini dinilai langsung oleh Bu Filda, guru Bahasa Indonesia, yang menilai para peserta secara komprehensif berdasarkan satu rangkaian penilaian yang mencakup ketepatan materi, relevansi argumen, kedalaman analisis, kejelasan penyampaian, penggunaan bahasa, penguasaan waktu, ekspresi dan gestur, strategi menghadapi lawan, kemampuan menyusun counter-argument, serta kekompakan kerja sama tim. Setiap aspek penilaian ini digabungkan sebagai standar penentuan kualitas penyampaian argumen dan profesionalitas debat dari tiap tim.

Struktur perlombaan menetapkan bahwa satu tim terdiri dari tiga anggota, terbagi menjadi kubu afirmasi dan oposisi. Setiap peserta mendapat waktu 1 menit untuk teknik netral (argumen utama) dan 2 menit untuk teknik rebutal, sebelum ditutup dengan segmen penyimpulan oleh masing-masing tim. Aturan lainnya menegaskan larangan keras terhadap penggunaan intimidasi, emosi berlebihan, data tidak relevan, serangan pribadi, maupun bahasa ofensif menegakkan prinsip debat etis dan beradab.

Salah satu peserta yang memberikan penampilan kuat dalam lomba ini adalah Ausyah bersama Cika dan Cantika dari kelas XI MP 1. Dalam sesi wawancara, mereka menjelaskan tantangan yang harus dihadapi selama persiapan. Mereka mengungkapkan, “Waktu perlombaan yang mepet jadi persiapannya belum matang sempurna, tema debat yang berat, peraturan lomba berubah-ubah, dan lawan yang signifikan berat. Cara mengatasinya yaitu mencari sumber data yang jelas untuk memperkuat argumen kami saat debat nanti, melihat strategi lawan seperti apa, dan percaya diri.”

Melalui penampilannya, tim ini berharap dapat menyampaikan pesan yang menginspirasi para penonton. Mereka berkata, “Kalau saya bisa ikut lomba debat dengan percaya diri, menunjukkan kemampuan saya berpikir kritis.”

Mengenai pengalaman mengikuti lomba, tim memberikan jawaban yang menunjukkan antusiasme dan semangat belajar yang tinggi. Mereka menambahkan, “Pengalaman yang sangat mendebarkan, seru sekaligus menantang, membantu meningkatkan rasa percaya diri.”

Secara keseluruhan, suasana lomba debat tahun ini berlangsung penuh energi intelektual, kompetitif namun tetap menjunjung sportivitas. Peserta tampil dengan persiapan terbaik mereka, sementara suasana gedung F1–F2 dipenuhi sorakan suportif dari teman-teman sekelas yang memberikan semangat kepada setiap pemikir muda yang tampil. Didukung pengawasan ketat panitia OSIS serta penilaian objektif dari juri, lomba debat 2025 menjadi momentum penting dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan pendapat, dan membangun rasa percaya diri generasi pelajar.

 

| Ausyah Mutia

Penulis: Ausyah Mutia Editor: Ausyah Mutia
Exit mobile version