Skanesasoo.com | Mojokerto 25/11/2025, Jawa Timur. SMKN 1 Sooko kembali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan bahasa dan budaya Jawa melalui penyelenggaraan Lomba Pranatacara Bulan Bahasa yang digelar pada Selasa, 25 November 2025, bertepatan dengan perayaan Hari Guru. Acara berlangsung di Ruang Rapat SMKN 1 Sooko mulai pukul 11.00 WIB hingga selesai, menghadirkan suasana penuh khidmat, kompetitif, dan sarat nilai budaya.
Sebelum memasuki ruangan, seluruh peserta wajib melakukan registrasi untuk pendataan dan pengambilan nomor urut. Peserta tampil dengan busana sesuai tema, menunjukkan karakter pranatacara yang rapi, sopan, dan berwibawa. Aturan utama lomba adalah tidak diperbolehkan membawa teks, sehingga seluruh kemampuan peserta mulai dari hafalan, pemahaman, hingga improvisasi benar-benar diuji. Setiap kelas juga mengirim tiga supporter yang hadir memberikan dukungan dengan tetap menjaga ketertiban.
Sebelum tampil pada hari H, peserta telah melalui seleksi online berupa video pranatacara yang dikumpulkan paling lambat 22 November 2025. Dari sinilah dipilih peserta terbaik untuk melanjutkan ke babak final. Pada hari pelaksanaan, tiga juri profesional hadir menilai secara objektif, sementara OSIS bertugas mengawasi jalannya acara agar seluruh prosedur berjalan sesuai ketentuan.
Dalam proses penilaiannya, juri menitikberatkan pada satu rangkaian aspek yang mencerminkan kualitas pranatacara Jawa secara menyeluruh. Penilaian meliputi kemampuan wicara (artikulasi dan kelancaran), keselarasan wirama (intonasi, jeda, dan kekuatan suara), kedalaman wirasa (penghayatan, ekspresi, dan kontak mata), serta ketepatan wiraga (gestur, sikap, penampilan, dan busana). Keempat aspek ini dipadukan sebagai satu kesatuan standar penilaian yang menentukan profesionalitas peserta di atas panggung.
Salah satu peserta, Delia dari kelas XI MP 1, membagikan pengalaman dan tantangannya selama mengikuti lomba. “Tantangan terbesar saya adalah menghadapi peserta lain yang kemampuannya juga sangat bagus,” ungkap Delia. “Saya terus melatih intonasi, pengucapan bahasa Jawa, meningkatkan rasa percaya diri, dan tetap yakin pada kemampuan diri sendiri. Teman-teman juga banyak memberi support, jadi saya merasa lebih siap.”
Ketika ditanya pesan yang ingin ia sampaikan lewat penampilannya, ia menjawab, “Saya ingin mengajak teman-teman untuk menggunakan bahasa Jawa dengan baik dan benar. Selain itu, saya ingin menunjukkan bahwa rasa yakin pada diri sendiri sangat membantu saat tampil di depan umum.”
Delia juga menjelaskan manfaat mengikuti lomba ini. “Saya jadi lebih percaya diri berbicara di depan banyak orang, memahami bagaimana menyusun dan membawa acara dengan benar, serta mendapatkan ilmu baru tentang pranatacara,” ujarnya.
Secara keseluruhan, Lomba Pranatacara Bulan Bahasa 2025 berjalan dengan lancar, tertib, dan penuh makna. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembinaan kemampuan berbahasa, percaya diri, serta pemahaman budaya lokal bagi siswa. Dengan perpaduan antusiasme peserta, profesionalisme juri, dukungan supporter, dan pengawasan OSIS, acara ini sukses menjadi momentum penting dalam membangkitkan kecintaan generasi muda terhadap nilai budaya Jawa.
|Firlia dan Ausyah
