Pertarungan sengit antar kelas, COC Voli 2025 mencetak juara baru

Skanesasoo.com | Mojokerto 10-11 Desember 2025, Jawa Timur. SMKN 1 SOOKO menggelar lomba voli di lapangan H kembali bergemuruh pada Rabu dan Kamis (Day 3–4) dalam gelaran Voli Competition of Class yang berlangsung sejak pukul 07.00 hingga 14.00. Dua hari pertandingan ini menjadi momen paling menentukan, mulai dari proses penyaringan tim menuju semifinal hingga laga puncak yang menghasilkan juara baru. Sorakan penonton, dentuman lagu-lagu hits kekinian, dan semangat peserta membuat suasana kompetisi kian membara.

Pada hari Rabu, setiap kelas wajib menurunkan tim putri yang terdiri dari enam pemain inti dan maksimal lima pemain cadangan. Para pemain kompak mengenakan seragam olahraga resmi, sementara siswa yang tidak bertanding mengenakan batik khas sekolah sebagai bentuk dukungan. Pertandingan berjalan sengit karena seluruh tim harus berjuang melalui sistem gugur untuk memperebutkan tiket menuju semifinal. Laga-laga krusial ini dipimpin oleh juri dari OSIS yang memantau ketat jalannya pertandingan.

Hari Kamis menjadi ajang penentuan finalis. Empat tim terbaik kembali tampil di babak semifinal dengan tensi permainan yang semakin tinggi. Masing-masing kelas mempertahankan ritme, ketahanan, dan kekompakan demi menyabet gelar juara. Penonton memenuhi sisi lapangan, memberikan dukungan lantang bagi kelas kebanggaan mereka. Atmosfer pertandingan memanas ketika tim-tim semifinalis memperlihatkan pertahanan kuat, servis akurat, serta serangan-serangan cepat yang membuat suasana tegang.

Memasuki babak semifinal, muncul salah satu momen paling berkesan ketika sebuah tim yang sempat tertinggal berhasil melakukan comeback dramatis. Melalui servis beruntun yang akurat dan pertahanan yang kian solid, mereka sukses mengejar ketertinggalan dan memenangkan set, disambut sorakan meriah seluruh penonton.

Rangkaian momen tak terlupakan juga terjadi pada babak awal. Salah satu pemain inti mencetak smash tajam yang langsung mengubah tempo permainan. Smash tersebut membuat penonton serentak berdiri, sementara tim lawan kehilangan fokus sejenak. Momen itu menjadi titik balik yang mendorong timnya menjaga dominasi hingga babak berakhir.

Ketegangan makin memuncak ketika terjadi rally panjang yang menahan napas penonton. Bola terus melambung dari satu sisi ke sisi lain selama hampir satu menit. Kedua tim bertahan dengan luar biasa melalui blocking, passing, dan pengembalian bola yang presisi. Sorakan pecah seketika ketika bola akhirnya menyentuh lantai area lawan, menjadikan rally tersebut salah satu sorotan utama kompetisi.

Pertandingan final berlangsung dengan intensitas tertinggi. Kedua tim menunjukkan sportifitas tinggi sesuai dengan peraturan resmi yang diberlakukan panitia, mulai dari larangan memasuki area lawan, servis yang wajib dilakukan dari luar garis, hingga sistem rally point yang menjadikan setiap bola mati sebagai penentu poin. Sesuai ketentuan, babak final menggunakan dua set dengan skor 25 poin, atau dilanjutkan hingga selisih dua poin apabila skor imbang di angka 24–24. Pergantian posisi dilakukan ketika salah satu tim menyentuh poin ke-13 untuk menjaga keadilan jalannya pertandingan.

Di akhir laga, suasana lapangan menjadi begitu emosional. Kedua tim finalis saling berjabat tangan dan berpelukan, menunjukkan sportivitas yang menyentuh. Tidak ada emosi negatif, hanya rasa bangga dan penghargaan yang tulus antartim. Juri OSIS pun mengapresiasi sikap tersebut sebagai contoh teladan yang patut ditiru.

Dengan disiplin tinggi, seluruh tim hadir tepat waktu dan memasuki lapangan 10 menit sebelum jadwal dimulai. Dari babak awal hingga final, sorak penonton terus mengiringi perjalanan panjang para peserta dalam memperebutkan gelar. Pada akhirnya, kompetisi tahun ini melahirkan para juara yang berhasil menembus pertandingan berat, mengandalkan kerja sama, ketangguhan, serta semangat pantang menyerah.

Voli Competition of Class Day 3–4 tidak sekadar menjadi ajang perebutan juara, tetapi juga simbol kebersamaan, sportivitas, dan energi positif yang mempererat hubungan antarsiswa. Kompetisi ini meninggalkan kenangan mendalam, baik bagi para pemain maupun penonton yang memenuhi Lapangan H sepanjang dua hari penyelenggaraan.

 

|Ausyah Mutia

Penulis: Ausyah Mutia Editor: Ausyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *