Perdana, Ka’bah Pindah ke Lapangan Skanesasoo!

Skanesasoo.com | Mojokerto, Jawa Timur — SMKN 1 Sooko adakan Manasik Umroh perdana pada 17 Februari 2023 di lapangan belakang sekolah.

Manasik Umrah yaitu peragaan atau simulasi tata cara pelaksanaan ibadah umrah secara menyeluruh yang diberikan kepada calon jamaah.

Pada buku pelajaran PAI kelas 10, terdapat bab yang membahas mengenai Haji dan Umrah. Bila diajarkan teori saja, peserta didik hanya dapat membayangkan sehingga lebih sulit memahami materi. Lain halnya jika pembelajaran tersebut diwujudkan melalui praktek langsung di lapangan.

 

Inilah yang dilakukan SMKN 1 Sooko. Manasik umrah diadakan di lapangan belakang sekolah dengan seluruh siswa siswi kelas 10 sebagai jamaah. Tahun ini adalah pertama kalinya manasik umrah dilaksanakan di Skanesasoo, setelah sempat tertunda 2 tahun karena pandemi.

Supaya bisa lebih merasakan suasana saat di Baitullah, SMKN 1 Sooko juga menyiapkan properti atau miniatur Ka’bah lengkap dengan miniatur tempat batu hajar aswad berada.

 

Pukul 07.00, pelaksanaan manasik dimulai dengan gladi bersih untuk menyatukan presepsi agar kegiatan berjalan lancar dan menghindari miss komunikasi. Peserta didik juga sudah mengenakan pakaian ihram bagi siswa dan pakaian/gamis putih bagi siswi saat gladi bersih dimulai.

Siswa siswi diarahkan bagaimana urutan perjalanan dan tempat tempat yang akan dilalui saat manasik dimulai nanti. Seperti tempat dimana mereka akan mengambil miqat, tata cara perputaran saat thawaf, dan rute perjalanan Sa’i. Pada tempat tertentu juga diberikan penanda letak bukit Shofa dan bukit Marwah, pilar hijau, dan penanda rukun Yamani.

Sekitar pukul 08.00, gladi bersih selesai dan manasik pun dimulai. Jika saat gladi bersih para guru memimpin peserta didik melaksanakan setiap rukun umrah, maka pada saat manasik dimulai, para guru berganti peran menjadi jamaah yang hanya mengikuti peserta didik melaksanakan serangkaian rukun umrah hingga akhir.

Dikarenakan keterbatasan tempat, manasik dilakukan dengan membagi peserta didik menjadi dua kelompok. Dimana di tiap kelompoknya terdapat para siswa yang memimpin jamaah wanita. Manasik diawali dengan mengambil miqat dan mengucapkan niat, kemudian dilanjutkan dengan thawaf, yakni berputar mengelilingi ka’bah sebanyak 7 kali melawan arah jarum jam.

Sa’i yaitu perjalananan bolak-balik dari bukit Shofa dan bukit Marwah, juga dilakukan dengan rute yang sama saat gladi bersih berlangsung, rukun terakhir adalah tahallul, yakni memotong beberapa helai rambut dengan gunting yang sebelumnya telah disiapkan masing-masing oleh setiap kelas.

Acara ditutup dengan sedikit evaluasi serta harapan agar di tahun tahun selanjutnya, kegiatan manasik dapat kembali dilaksanakan dengan memperbaiki kesalahan yang terjadi tahun ini.

Exit mobile version