Tanggapan Guru Agama mengenai momentum perayaan Idul Adha

Nurul Qoeraidah

Skanesasoo.com | Mojokerto, Jawa Timur Pada Tanggal 06 Juni 2025. SMKN 1 SOOKO Merayakan idul Adha dengan para ulama dan ahli agama. Mari kita simak bersama penjelasan mengenai hari raya idul Adha menurut pandangan Islam dari salah satu guru agama yang ada di skanesasoo yaitu Bapak Faqieh Suyuti.

Menurut pak faqih makna dan hikmah idul adha menurut pandangan Islam, “yaitu suatu momentum yang sangat berharga bagi umat muslim, karena didalamnya itu ada rasa kepedulian antar sesama, berbagai dan juga tidak memandang status karena semua orang akan berkumpul dan berbaur bersama dalam shalat IED tanpa memandang status karena yang sesungguhnya status tertinggi ialah iman. Dan hikmah nya itu kita bisa berbagi daging qurban kepada sesama terutamanya pada kalangan orang yang tidak mampu.”

Ceritakan kisah awal mula adanya hari raya kurban menurut pandangan Islam “Asal-usul Idul Adha berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Ismail AS. Dalam Al-Qur’an, dikisahkan bahwa Nabi Ibrahim mendapat perintah dari Allah dalam mimpinya untuk menyembelih putranya sebagai bentuk ketaatan. Meskipun sangat berat, Ibrahim tetap bersedia melaksanakan perintah tersebut, dan Ismail juga bersedia dikorbankan dengan penuh keikhlasan. Namun, ketika Ibrahim hendak menyembelih Ismail, Allah menggantikan Ismail dengan seekor domba sebagai bentuk ujian yang telah berhasil dilalui. Kisah ini menjadi simbol ketakwaan, pengorbanan, dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah.”

Begini penjelasan pak faqih mengenai persiapan menyambut datangnya hari raya kurban “Persiapan panitia, kordinasi yang matang, dan berkomunikasi terlebih dahulu kepada kepala sekolah dan wakil kepala sekolah bidang kesiswaan untuk pemberian arahan lebih lanjut. Dan pembagian jobdesk kepada masing masing panitia, tahap terakhir ialah melaksanakan tugas sesuai dengan tanggung jawab masing masing”

Beginilah cara pemilihan hewan qurban yang sesuai dengan ajaran Islam dan cara memastikan apakah proses penyembelihan dilakukan dengan benar atau tidak. “Harus mencari hewan qurban dari orang yang benar benar kita kenal, jadi tidak hanya mencari hewan qurbannya saja tetapi kita harus mengenal orangnya karena kita tahu bahwa mereka sudah terlatih dalam proses penyembelihan sesuai dengan syariat dan ajaran Islam. Mereka juga sudah punya pelatihan bagaimana menyembelih hewan dengan baik dan benar tanpa menyakiti hewan tersebut. Pemilihan hewan qurban itu sendiri kita cari yang terbaik dari yang terbaik dari tahun sebelumnya dan keputusan pemilihan hewan qurban sesuai kesepakatan bersama antara pihak panitia dan kepala sekolah.” Ungkap pemahaman pak faqih.

Nurul Qoeraidah

Keterlibatan siswa dalam kegiatan qurban berguna untuk mengajarkan bagaimana caranya berbagi kepada sesama, inilah salah satu bentuk berbagi siswa skanesasoo dalam hari raya qurban, slah satunya sumbangan seikhlasnya. “Keterlibatan siswa dalam kegiatan idul adha sendiri ialah membayar sumbangan atau iuran sesuai kesepakatan kelas bersama dan tidak ada batas minimal membayar atau bisa dibilang seikhlasnya.”

Idul adha identik dengan penyembelihan hewan qurban sebagai simbol pengorbanan. Bagaimana tanggapan pak faqih tentang makna pengorbanan itu bisa diterapkan oleh remaja zaman sekarang dalam kehidupan mereka sehari-hari? “Makna pengorbanan bisa diterapkan oleh remaja zaman sekarang dengan menjadikan kisah Nabi Ibrahim sebagai simbol di mana beliau rela mengorbankan sesuatu yang sangat dicintai demi menaati perintah Allah. Remaja bisa meneladani sikap itu dengan belajar ikhlas melepaskan hal-hal yang mereka sukai, seperti waktu main atau kesenangan pribadi, demi hal yang lebih besar dan bernilai, seperti membantu keluarga, belajar sungguh-sungguh, atau berbuat baik pada sesama.” Ungkap pendapat pak faqih.

Sebagai penutup, tanggapan guru agama mengenai Hari Raya Idul Adha menegaskan betapa pentingnya nilai-nilai pengorbanan, keikhlasan, dan kepedulian sosial dalam kehidupan sehari-hari. Melalui perayaan ini, umat Islam diajak untuk tidak hanya mengenang kisah Nabi Ibrahim AS, tetapi juga merefleksikan makna spiritual di balik setiap ibadah yang dilakukan. Guru agama berperan penting dalam mengarahkan pemahaman umat, khususnya generasi muda, agar menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat keimanan dan meningkatkan solidaritas terhadap sesama. Dengan semangat itu, semoga Idul Adha menjadi momen penuh berkah yang mempererat tali ukhuwah dan memperteguh nilai-nilai ketakwaan dalam kehidupan umat.

 

| Ausyah Mutia Hanum, Fitri Ariyanti

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *