Pak Lukman Hakim ungkap sistem dan evaluasi program MBG di SMKN 1 SOOKO

Skanesasoo.com | Mojokerto pada Kamis, 11 Desember 2025 pukul 10.30 WIB, tim jurnalistik SMKN 1 Sooko berkesempatan mewawancarai Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum sekaligus koordinator pelaksana Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Pak Lukman Hakim. Wawancara ini menggali secara mendalam mengenai bagaimana sekolah memastikan keamanan makanan, mekanisme penentuan menu, pengaturan waktu distribusi, hingga rencana evaluasi dampak MBG terhadap siswa. Percakapan berlangsung rinci dan menunjukkan keseriusan sekolah dalam menjaga kualitas program yang mulai berjalan pada Senin, 8 Desember 2025 tersebut.

Hingga saat ini, pembagian MBG berlangsung sekitar pukul 11.00 WIB. Setiap kelas mengirim empat perwakilan untuk mengambil dan mengembalikan nampan makanan, serta diwajibkan menandatangani daftar penerimaan agar tidak terjadi kekeliruan. Melalui wawancara ini, Pak Lukman menjelaskan alur kerja, koordinasi dengan SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi), serta rencana pengembangan program ke depan.

Wawancara dengan pak Lukman, take by: fitri

Dalam penjelasannya, beliau memaparkan alur pengecekan kelayakan makanan, mekanisme pemberitahuan menu harian, rencana survei permintaan menu oleh siswa, pengaturan jadwal distribusi saat pembelajaran aktif pada Januari 2026, hingga rencana penyusunan kuisioner evaluatif untuk mengukur dampak MBG terhadap kondisi dan semangat belajar siswa. Berikut rangkuman beserta dialog asli narasumber yang tidak diubah sedikit pun.

Untuk memastikan keamanan makanan, Pak Lukman menjelaskan bahwa sekolah menerapkan pengecekan berlapis. Ia mengatakan, “Yang pertama kita selalu berkoordinasi sama SPPG selaku penanggung jawab MBG yang ada di SMKN 1 SOOKO yaitu dapur Sooko 2, yang kedua pihak SPPG selalu memberi kesempatan kepada kami bapak ibu guru terutama untuk cek kualitas sebelum dibagikan ke anak baik itu rasa, bau, maupun apapun yang ada di makanan yang harus memenuhi kualifikasi yang disebutkan tadi, yang ketiga kamu ada tim 2 orang dan tempat yang diperuntukan untuk tes makanannya secara langsung.”

Saat ditanya lokasi pengecekan makanan, ia menambahkan, “Sebelum itu, saya akan ceritakan alurnya dulu, dari dapur SPPG ke sini pakai mobil box, terus kita taruh di panggung. Setelah itu ada dua makanan yang disendirikan untuk dijadikan sampel (itu termasuk jumlah hitungan MBG yang kita dapat), lalu kita cicipi biasanya di ruang guru untuk tes sebelum dibagikan ke anak-anak.”

Dalam proses penentuan menu MBG, sekolah menerima pemberitahuan menu dari pihak SPPG pada malam hari. Namun ke depan, sekolah berencana melibatkan siswa untuk memberikan usulan menu sesuai kebutuhan gizi. Pak Lukman menjelaskan, “Biasanya hari sebelumnya atau lebih tepatnya malam hari kita diberitahu oleh pihak SPPG untuk menu MBG esok hari namun kita tidak menshare menu tersebut ke anak-anak, terus kemarin saya mencoba berkomunikasi dengan pihak SPPG, apakah bisa kami mengusulkan berdasarkan kemauan anak-anak misal usul menu ayam geprek dengan ukuran yang menyesuaikan, terus sambalnya dipisah namun tetap diperhatikan nilai gizinya. Tapi masih belum kami lakukan, insyaAllah di tahun 2026 awal tahun”

Beliau juga menjelaskan mekanisme survei menu per jurusan, “Nanti kita akan coba di minggu terakhir yaitu Senin 15/12/2025 kamu akan melakukan survei di kelas melalui jurusan, kalau rencana saya untuk usulan/request menu per jurusan biar tidak banyak… Anak-anak nanti kalau mengusulkan menu, komposisi itu harus ada, karena nanti akan dihitung oleh pihak SPPG tentang nilai gizi makanan yang direquest tad”

Ketika ditanya mengenai penolakan usulan menu tertentu, beliau menjawab, “Jadi begini, pihak sekolah akan menyampaikan usulan per jurusan tersebut ke pihak SPPG, lalu pihak SPPG akan konfirmasi secepatnya tentang menu usulan tersebut karena kurang memenuhi gizi harian maka nanti akan dicarikan alternatif menu lainnya… Oke nanti hari Senin kita pakai request menu dari jurusan MP jadi semua harus pakai menu dari MP tadi, dan digilir berganti di hari selanjutnya. Dan semua keputusan ada di tangan SPPG.”

Terkait pengaturan waktu distribusi agar tidak mengganggu pembelajaran, sekolah sedang merancang jadwal baru untuk Januari 2026. Beliau memaparkan, “Jadi begini, kebetulan ini belum pembelajaran. Nanti di tanggal 2 atau 5 Januari 2026 kita masuk normal, bagaimana kita menyiasati itu, maka nanti kita akan mencoba desain waktunya” Ia juga merinci tanggung jawab pengambilan dan pengembalian nampan, “Yang bertanggung jawab secara keseluruhan itu kepala sekolah dan saya sebagai wakil kepala sekolah, kedua MBO yang menerima dari dapur, dan ketiga wali kelas bertanggung jawab pada kelasnya masing-masing dibantu oleh pengurus kelas yang mengambil menu MBG” Terkait risiko kehilangan nampan, beliau menjelaskan, “Sebenarnya menurut SOP kita harus mengganti nampan yang hilang tadi… Tapi Alhamdulillah anak-anak tertib”

Untuk evaluasi dampak MBG, Pak Lukman menambahkan rencana survei resmi, “Kita kan belum aktif pembelajaran karena masih COC. Tapi bulan depan kita coba buat kuisioner tentang dampak terhadap kondisi tubuh, semangat belajar setelah memakan menu MBG, serta menu MBG dan rasanya dan lain-lain” Ia menyebutkan bahwa evaluasi dilakukan untuk memberikan masukan kepada SPPG secara objektif dan terukur.

Melalui penjelasan rinci dari Pak Lukman Hakim, terlihat bahwa SMKN 1 Sooko memiliki komitmen kuat dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis. Mulai dari pengecekan kualitas makanan, penyusunan mekanisme permintaan menu, pengaturan SOP distribusi, hingga penyusunan evaluasi dampak, semuanya dirancang agar siswa mendapatkan layanan yang aman, bergizi, dan tepat sasaran. Program MBG tidak hanya memberikan makanan gratis, tetapi juga menjaga kesehatan siswa, meningkatkan fokus belajar, serta mendukung kualitas pembelajaran di SMKN 1 Sooko.

 

|Ausyah, Nurul, Fitri, Naila

Penulis: Ausyah, Nurul, Fitri Editor: Ausyah Mutia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *