Skanesasoo.com | Mojokerto, 01/10/2025, Jawa Timur. Dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila, Ibu Putri, guru PPKn SMKN 1 Sooko, membagikan pandangannya mengenai pentingnya penerapan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi generasi muda. Menurutnya, Pancasila bukan hanya dasar negara, tetapi juga pedoman moral yang harus dihidupkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar dihafalkan.
Bu Putri menjelaskan bahwa penanaman nilai Pancasila dapat dimulai dari kebiasaan paling sederhana. Sila pertama tampak dalam kebebasan beribadah sesuai agama masing-masing, disertai sikap menghargai perbedaan keyakinan. Sila kedua diwujudkan melalui sikap saling menghormati, berbagi, dan menjaga empati dalam hubungan sosial. Sila ketiga, lanjutnya, dapat diterapkan melalui kerja sama, menjaga persatuan di lingkungan sekolah, hingga berprestasi untuk membawa nama baik bangsa. Sila keempat terlihat dalam kebiasaan musyawarah, seperti diskusi kelas, organisasi siswa, maupun pengambilan keputusan bersama. Sedangkan sila kelima diwujudkan dalam sikap adil, disiplin, serta kemampuan menyeimbangkan hak dan kewajiban.
Namun, penerapan nilai-nilai tersebut tidak selalu mudah. Bu Putri menekankan bahwa tantangan terbesar bagi remaja saat ini terletak pada keragaman pendapat dan budaya, serta derasnya arus informasi digital. Menurutnya, perbedaan bukanlah masalah, tetapi cara seseorang meresponsnya menentukan kualitas karakter. “Toleransi, saling menghormati, dan tidak memaksakan kehendak adalah nilai penting yang harus terus dibangun,” ujarnya. Ia juga menambahkan bahwa literasi digital sangat diperlukan agar siswa tidak mudah terjebak provokasi atau informasi yang tidak benar.
Dalam pembahasannya, Bu Putri turut mengaitkan peringatan Hari Kesaktian Pancasila dengan sejarah G30S/PKI. Ia menjelaskan bahwa peristiwa tersebut menjadi bukti bahwa Pancasila pernah berada dalam ancaman ketika ideologi lain berusaha menggantikannya. “Peristiwa itu adalah pelanggaran HAM berat sekaligus ancaman bagi Pancasila. Dari sejarah itu kita belajar bahwa menjaga ideologi bangsa bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tanggung jawab seluruh warga negara, termasuk pelajar,” jelasnya. Pemahaman sejarah, menurutnya, membantu generasi muda menghargai proses perjuangan bangsa serta memahami pentingnya mempertahankan Pancasila.
Di akhir wawancara, Bu Putri menyampaikan pesan reflektif kepada seluruh generasi muda. “Jangan hanya tahu dan hafal Pancasila, tetapi hayati dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari. Jadikan Pancasila sebagai dasar berpikir, dasar bersikap, dan dasar bertindak. Jika itu tertanam, kalian akan tumbuh menjadi generasi yang kuat, berkarakter, dan mampu menjaga persatuan bangsa,” tutupnya.
Pandangan Bu Putri menegaskan bahwa Pancasila tidak boleh berhenti sebagai teori atau simbol negara. Nilai-nilainya harus hidup dalam diri setiap warga, terutama pelajar yang menjadi penerus bangsa. Melalui pendidikan, pembiasaan, dan keteladanan, Pancasila dapat menjadi fondasi yang memperkokoh karakter generasi Indonesia masa kini dan masa depan.
| Naila Karenda, Fitri, Nurul, Salwa, Aisyah, Selfa, Ausyah