Pesona Glamour di SMKN 1 Sooko. Ajang Prestasi dan Kreativitas Siswa pada 30 Oktober 2025

Skanesasoo.com | Mojokerto 30/10/2025, Jawa Timur. Suasana ruang rapat SMKN 1 Sooko pada 30 Oktober 2025 berubah menjadi ruang penuh kilauan, warna, dan kreativitas. Pada hari itu, sekolah menggelar Lomba Make Up Glamour tingkat SMP sederajat se-Kabupaten dan Kota Mojokerto. Kegiatan ini menjadi sorotan tidak hanya karena pesertanya berasal dari berbagai sekolah, tetapi juga karena kompetisi ini menegaskan posisi SMKN 1 Sooko sebagai satu-satunya sekolah kecantikan negeri di wilayah Mojokerto.

Lomba ini tidak sekadar menjadi kegiatan rutin, melainkan strategi penting dalam memperkenalkan identitas sekolah. Melalui ajang ini, SMKN 1 Sooko menunjukkan fasilitas dan kompetensi kuat yang dimiliki di bidang tata rias. Selain itu, kegiatan ini menjadi wadah untuk menemukan siswa-siswa berbakat sejak tingkat SMP, yang berpotensi dibina lebih lanjut menuju dunia kecantikan profesional.

Tema glamour yang diusung mengharuskan peserta berani bermain dengan warna, kilau, dan intensitas make up. Namun di balik tampilan mencolok tersebut, kompetisi ini juga menuntut ketelitian dan kemampuan teknis yang tinggi. Salah satunya adalah keterampilan menyesuaikan warna foundation dengan tone kulit model. Jika terjadi perbedaan warna, peserta harus mampu melakukan tone up atau tone down agar hasil akhir tetap harmonis dan natural.

Selain itu, analisa bentuk wajah model menjadi langkah penting sebelum menentukan riasan. Dari analisa tersebut, peserta melakukan koreksi wajah untuk menyeimbangkan proporsi dan menonjolkan fitur terbaik model. Teknik ini menjadi salah satu fondasi utama dalam menghasilkan riasan glamour yang elegan dan proporsional.

Kreativitas menjadi nilai tambah dalam lomba ini. Make up glamour tidak hanya soal ketebalan warna, tetapi juga ekspresi dan karakter. Peserta diberikan kebebasan untuk mengeksplorasi gaya, menggabungkan tren modern dengan sentuhan personal. Dari pemilihan warna, teknik blending, hingga signature style, karakter calon MUA mulai terlihat dalam setiap karya yang ditampilkan.

Menurut guru pendamping, tantangan terbesar yang dihadapi peserta bukan pada teknik, melainkan kepercayaan diri. Riasan glamour yang identik dengan kesan tegas dan mewah menuntut keberanian dalam setiap gerakan kuas. Sedikit keraguan saja dapat memengaruhi hasil akhir. Karena itu, mental yang kuat menjadi faktor penting yang menentukan keberhasilan peserta.

Kebersihan alat make up juga menjadi perhatian utama selama lomba. Peserta diwajibkan menjaga sterilitas alat sebelum dan sesudah digunakan. Proses pencucian brush, penggunaan disinfektan, pemakaian sterilizer, hingga alat sekali pakai menjadi standar profesional yang selalu ditekankan agar siswa terbiasa sejak dini dengan praktik yang higienis dan aman.

Bagi guru pendamping, kegiatan ini lebih dari sekadar kompetisi. Persiapan intensif yang dilakukan bersama siswa—bahkan hingga latihan di rumah—menjadi pengalaman berharga yang mempererat hubungan guru dan peserta didik. Melihat siswa berkembang dan bahkan sukses menekuni profesi sebagai MUA merupakan kebanggaan tersendiri bagi para pendidik.

Penilaian akhir dalam lomba make up glamour ini tidak hanya berfokus pada kecantikan wajah model. Juri menilai kerapian pekerjaan, penguasaan teknik, serta keselarasan total look secara keseluruhan. Perpaduan ketiga aspek inilah yang menentukan siapa yang benar-benar mampu menghadirkan riasan glamour yang elegan, proporsional, dan memukau di panggung SMKN 1 Sooko.

 

| Ninda Dini Anisa

Penulis: Ninda Dini anisaEditor: Ausyah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *