Workshop Bakti Siswa untuk Guru, Siswa MP Skanesasoo Ajarkan Pengelolaan Kearsipan Keluarga kepada Guru

Skanesasoo.com | Mojokerto, 25/11/2025, Jawa Timur. Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional, jurusan Manajemen Perkantoran (MP) SMKN 1 Sooko mengadakan Workshop Pengelolaan Kearsipan Keluarga pada Selasa, 25 November 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat SMKN 1 Sooko mulai pukul 10.00 WIB hingga selesai dengan mengusung tema “Bakti Siswa untuk Guru”. Tema ini dipilih sebagai bentuk penghargaan siswa kepada guru melalui kontribusi nyata sesuai kompetensi jurusan.

Siswa MP sedang menjelaskan tentang arsip keluarga

Acara diawali dengan pembukaan oleh MC, Kayla dari kelas XII MP 1 dan Adrinata dari kelas XI MP 2. Para siswa MP tampil rapi memakai seragam abu-putih layaknya staf perkantoran profesional, sementara para guru hadir mengenakan seragam Korpri yang menambah kesan formal pada kegiatan tersebut.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan siswa MP sekaligus pembimbing workshop. Selanjutnya memasuki sesi inti berupa pemaparan materi dan praktik kearsipan keluarga yang dipandu oleh pemateri dari siswa MP, yaitu Eigy Cantika, Vania Clarista, dan Iid Nur dari kelas XII MP 1. Para guru diminta membawa dokumen pribadi sebagai bahan praktik, seperti KK, KTP, ijazah, faktur, akta kelahiran, serta berkas penting lainnya. Dokumen-dokumen tersebut digunakan langsung untuk latihan penyusunan dan pengelolaan arsip sesuai standar kearsipan modern.

Sambutan dari Bu Ike selaku kakomli MP

Kegiatan ini didampingi oleh guru konsentrasi keahlian Manajemen Perkantoran, yaitu Ibu Yeti Dwi Astuti, Ibu Lia Anggraeni Mulyono, dan Ibu Ike Nur Hidayah, yang memastikan jalannya workshop berjalan terarah dan sesuai prosedur. Tingkat kehadiran peserta mencapai sekitar 80–90%, menunjukkan antusiasme tinggi dari guru dan tenaga kependidikan dalam meningkatkan literasi kearsipan keluarga.

Kakomli MP, Ibu Ike Nur Hidayah, menjelaskan bahwa tema ini dipilih karena kebutuhan guru dan keluarga terhadap kearsipan yang lebih tertib. “Kami memilih tema pengelolaan arsip keluarga karena masih banyak keluarga yang belum menata dokumen penting secara sistematis. Padahal, arsip seperti ijazah, KK, sertifikat rumah, hingga bukti transaksi memiliki nilai hukum dan administratif yang sangat penting. Kami ingin memberikan pemahaman bahwa kearsipan bukan hanya urusan kantor, tetapi kebutuhan keluarga agar dokumen tersimpan aman dan mudah ditemukan”

Praktek kearsipan langsung di dampingi siswa MP

Terkait tujuan workshop, beliau menambahkan “Tujuannya tentu untuk meningkatkan literasi kearsipan di lingkungan sekolah. Guru adalah role model bagi siswa, sehingga guru yang memahami pengelolaan arsip keluarga bisa menularkan kebiasaan ini. Arsip yang tertib akan membantu guru dalam aktivitas sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah”

Workshop ini juga menghadirkan siswa MP sebagai pembimbing. Menurut Bu Ike, hal ini bukan tanpa alasan. “Siswa MP sudah dibekali kompetensi kearsipan melalui praktik dan simulasi. Kami memberi ruang pembuktian bahwa kemampuan siswa SMK layak diterapkan di situasi nyata. Dan tentu saja, saya yakin. Kesiapan mereka terlihat dari cara mereka menjelaskan dan mendampingi para guru dengan percaya diri”

Beliau juga menyampaikan harapan ke depan terhadap program ini. “Saya berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti di satu acara saja, tetapi menjadi budaya positif. Siswa bisa berbagi ilmu dengan guru, guru pun bisa mendapatkan manfaat nyata. Ini bentuk kolaborasi yang sehat antara siswa dan pendidik”

Di penghujung acara, Bu Ike memberikan apresiasi kepada para siswa yang telah membimbing workshop

“Saya sangat bangga. Kalian profesional, komunikatif, dan siap tampil. Workshop berjalan lancar berkat kerja sama kalian. Pertahankan semangat belajar dan jangan cepat puas. Dunia perkantoran terus berkembang, jadi teruslah mengasah keterampilan kalian”

Workshop ditutup dengan sesi foto bersama, di mana para guru membawa dokumen yang telah berhasil diarsipkan secara rapi. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa siswa SMK mampu memberikan kontribusi positif bagi para gurunya melalui ilmu yang mereka kuasai, sejalan dengan semangat Bakti Siswa untuk Guru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *