JURNALISTIK SKANESASOO RAYAKAN HARI PERS NASIONAL DENGAN TEMA MENJAGA KEBEBASAN PERS DI TENGAH TEKANAN DIGITAL

Skanesasoo.com | Mojokerto, Jawa Timur – Pada tanggal 9 Februari 2026 Jurnalistik SMKN 1 SOOKO, memperingati hari Pers Nasional dengan membuat poster yang menarik karya dari anak Desain Komunikasi Visual kemudian di posting diberbagai sumber media sosial agar meriah dan menginspirasi khalayak ramai. Ekstrakulikuler Jurnalistik adalah salah satu ekstra yang mengajarkan kita untuk lebih berkarya melewati tulisan,gambar, karya sastra. Di sani kita dapat berkreasi, seperti kreasi tulisan yang bisa dilihat oleh khalayak ramai. Tujuan diadakannya ekstra jurnalistik untuk memberitahukan kepada dunia luar profil dari SMKN 1 SOOKO. Seperti ada kegiatan tertentu bisa dipublikasikan ke luar, supaya masyarakat mengerti kegiatan apa saja yang ada di SMKN 1 SOOKO. Sejarah berdirinya Ekstrakurikuler Jurnalistik dimulai pada Desember 2013 yang dibina pertama kali oleh Dra.Elok Sattanti A.,MM dan Bapak Basuni.

Berikut ini adalah Informasi mengenai Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap tanggal 9 Februari di Indonesia. Penetapan tanggal ini bertepatan dengan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang didirikan pada 9 Februari 1946 di Surakarta. PWI adalah organisasi wartawan pertama di Indonesia setelah kemerdekaan, yang berperan penting dalam perkembangan pers nasional.

Sejarah HPN bermula dari kesadaran akan pentingnya pers dalam perjuangan dan pembangunan bangsa. Pers berperan sebagai alat perjuangan dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan, serta menjadi sarana informasi dan edukasi bagi masyarakat. Pada masa awal kemerdekaan, pers Indonesia masih mengalami tekanan dari kolonialisme dan berbagai kepentingan politik, tetapi tetap berjuang untuk kebebasan berekspresi dan menyampaikan kebenaran.Gagasan untuk menetapkan Hari Pers Nasional muncul dalam Kongres PWI di Padang pada tahun 1978. Namun, baru pada tahun 1985, melalui Keputusan Presiden RI Nomor 5 Tahun 1985, Hari Pers Nasional resmi ditetapkan oleh Presiden Soeharto. Dalam keputusan tersebut, HPN tidak hanya menjadi perayaan bagi insan pers, tetapi juga sebagai momen refleksi terhadap peran pers dalam pembangunan nasional.

Sejak saat itu, HPN diperingati setiap tahun dengan berbagai kegiatan, seperti seminar, pameran jurnalistik, penghargaan bagi insan pers, dan diskusi mengenai tantangan serta masa depan pers di Indonesia. Setiap tahun, peringatan HPN digelar di berbagai daerah di Indonesia dengan tema yang berbeda, menyesuaikan dengan isu-isu terkini dalam dunia jurnalistik dan media. Pers di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan, terutama dengan kemajuan teknologi digital. Dari era pers cetak hingga ke media daring dan media sosial, tantangan bagi dunia jurnalistik semakin kompleks. Kebebasan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers juga terus diuji oleh berbagai dinamika politik, ekonomi, dan sosial.

Hari Pers Nasional menjadi momen penting bagi insan pers untuk terus menjaga integritas, profesionalisme, serta kebebasan pers yang bertanggung jawab. Pers memiliki peran krusial dalam menjaga demokrasi, menyampaikan informasi yang akurat, serta menjadi kontrol sosial bagi pemerintah dan masyarakat.

Di era di mana algoritma menentukan apa yang kita lihat, kebebasan pers harus tetap menjadi kompas yang menuntun kita pada kebenaran. Bukan suara terbanyak yang menang, tapi suara yang benar yang harus didengar! Ketika kebisingan digital semakin menenggelamkan fakta, pers yang bebas harus tetap menjadi mercusuar kebenaran, bukan sekadar pengikut tren. Tekanan digital boleh mengubah cara kita menyampaikan berita, tapi tidak boleh mengubah prinsip kita dalam mencari dan menyuarakan kebenaran. Di tengah arus deras disinformasi, kebebasan pers bukan sekadar hak, tapi tanggung jawab untuk menjaga masyarakat tetap terinformasi dengan benar. Bukan jumlah klik yang menentukan nilai sebuah berita, tapi keberanian untuk tetap independen di tengah pusaran kepentingan digital!

 

Ausyah Mutia

Penulis: Ausyah Mutia Hanum Editor: Ausyah Mutia Hanum

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *