Jejak Karya dan Budaya di Festival Literasi Mojokerto 2025

SMKN 1 Sooko Hadirkan Semangat Muda dalam Perayaan Literasi Daerah. Mojokerto, 26 November 2025 — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Disperka) Kabupaten Mojokerto kembali menggelar Festival Literasi 2025 yang menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan inspiratif. Acara berlangsung pada Rabu, mulai pukul 08.00 hingga 14.00 WIB, diikuti ratusan peserta dari berbagai sekolah dan komunitas literasi. SMKN 1 Sooko turut berpartisipasi dengan mengirim lima perwakilan siswa yang hadir mengenakan seragam batik Skanesasoo sebagai dresscode resmi.

Setibanya di lokasi, seluruh peserta terlebih dahulu melakukan registrasi dan menerima souvenir berupa tumbler serta paket konsumsi. Setelah itu, mereka diarahkan duduk di tempat yang telah disiapkan panitia. Suasana hangat, tertib, dan penuh antusiasme tampak sejak awal pelaksanaan festival.

Rangkaian acara dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, diikuti pengantar dari moderator. Momen penting dalam pembukaan adalah pengukuhan Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) tingkat daerah sebagai simbol penguatan komitmen Mojokerto dalam membangun gerakan literasi yang lebih terstruktur. Setelah pengukuhan, Ketua Disperka Kabupaten Mojokerto, Bapak Sahroni, menyampaikan sambutan resmi mengenai peran strategis perpustakaan sebagai pusat inovasi dan budaya baca.

Nuansa seni kemudian mengalun melalui penampilan story telling yang diiringi musik keroncong oleh siswa SMAN 1 Sooko. Perpaduan narasi dan musik menjadi selingan yang memperkaya suasana sebelum memasuki inti acara festival.

Agenda utama festival adalah sesi Bedah Buku “Wigati Lintang Manik Woro”, menghadirkan tiga sosok inspiratif: Bunda Literasi Mojokerto, Shofiya Hanna Albarraa (Ning Hanna); penulis novel, Ning Khilma Anis; serta moderator, Ning Uswa Syauqie. Sebelum memasuki sesi diskusi, Ning Hanna menyampaikan sambutan kepada para tamu undangan, menekankan pentingnya budaya membaca sebagai bagian dari pembangunan karakter dan kecakapan literasi.

Sesi tanya jawab bersama Ning khilma dan bunda literasi

Sesi bedah buku kemudian dipandu oleh moderator. Dalam pemaparannya, Ning Khilma menjelaskan secara rinci proses panjang di balik lahirnya novel Wigati Lintang Manik Woro. Ia menceritakan perjuangannya menulis selama sembilan tahun, sumber inspirasi dari kecintaannya pada budaya Jawa, serta pengaruh kuat lingkungan pesantren tempat ia tumbuh. Novel tersebut tidak hanya bernilai sastra, tetapi juga memuat pesan moral, filosofi, dan jati diri perempuan Jawa yang menjadi inti narasinya.

Antusias peserta memuncak pada sesi tanya jawab. Audiens dengan cepat mengajukan satu hingga dua pertanyaan mengenai proses kreatif, makna mendalam, hingga pesan yang ingin disampaikan dalam novel tersebut. Ning Khilma menjawab setiap pertanyaan dengan tegas, jelas, dan informatif, menunjukkan kedalaman penguasaan terhadap karyanya.

 

Sebelum sesi ditutup, Ning Khilma menyampaikan pesan motivatif yang menjadi sorotan utama festival. Ia berkata, “Jangan mati sebelum engkau punya karya.” Ia melanjutkan dengan kalimat yang menggugah, “Kamu bagai burung yang punya sayap dan berhak terbang sesuai tujuan hidupmu. Jangan pernah takut untuk memulai. Terbanglah dengan kedua sayapmu dan tunjukkan karyamu kepada seluruh dunia.” Kalimat tersebut meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh peserta.

Usai sesi bedah buku, rangkaian acara dilanjutkan dengan pengukuhan Anggota Penggerak Literasi Kabupaten Mojokerto oleh Ketua Disperka. Pengukuhan ini menjadi langkah konkret memperkuat ekosistem literasi daerah agar semakin berkelanjutan dan meluas.

Acara resmi berakhir pada pukul 14.00 WIB. Sebelum meninggalkan lokasi, seluruh peserta diarahkan mengisi daftar pulang secara tertib sesuai instruksi panitia. Festival Literasi 2025 kemudian ditutup dengan suasana penuh inspirasi, menjadi momentum penting bagi Mojokerto dalam merayakan, mengembangkan, dan menghidupkan semangat literasi di kalangan generasi muda.

 

| Ausyah Mutia, Naila Karenda, Ninda Dini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *